S'pore memberangkatkan kapal penyelamat untuk bergabung dalam pencarian kapal selam Indonesia yang hilang dengan 53 orang di dalamnya, Singapore News & Top Stories

S’pore memberangkatkan kapal penyelamat untuk bergabung dalam pencarian kapal selam Indonesia yang hilang dengan 53 orang di dalamnya, Singapore News & Top Stories


SINGAPURA – Kapal selam penyelamat Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), MV Swift Rescue, diberangkatkan pada Rabu sore (21/4) untuk bergabung dalam pencarian kapal selam Indonesia yang hilang.

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan kapal itu dikirim “secepat dia bisa bersiap-siap” setelah kepala angkatan laut Singapura menerima permintaan bantuan dari mitranya dari Indonesia.

Tim medis juga ditambahkan ke kru reguler jika perawatan hiperbarik diperlukan, tambahnya.

Seorang juru bicara militer Indonesia dikutip dalam laporan media mengatakan bahwa MV Swift Rescue diperkirakan tiba di area pencarian pada 24 April.

KRI Nanggala-402 buatan Jerman pada hari Rabu sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara pulau Bali sebelum kontak hilang. Upaya pencarian sedang berlangsung 60 mil (96 km) dari Bali untuk 53 anggota awak.

Dalam laporan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan bahwa tumpahan minyak terlihat di dekat lokasi penyelaman kapal selam selama pencarian udara.

Ditambahkan bahwa dua kapal angkatan laut dengan kemampuan sonar telah dikerahkan untuk bergabung dalam pencarian.

MV Swift Rescue yang memiliki kecepatan maksimal 12 knot dan dapat beroperasi di laut terus menerus hingga 28 hari, dilengkapi dengan kapal selam Deep Search and Rescue Six (DSAR 6).

DSAR 6 mampu terjun ke kedalaman air, menempelkan dirinya ke kapal selam yang lumpuh, menyelamatkan penumpangnya dan membawa mereka kembali ke kapal, di mana personel yang terlatih dalam pengobatan hiperbarik dapat merawat mereka.

Kapal dilengkapi dengan ruang kompresi ulang, yang membantu mencegah dan mengobati penyakit dekompresi, bangsal ketergantungan tinggi delapan tempat tidur, dan ruang sakit 10 tempat tidur.

Dalam postingannya, Dr Ng mengatakan bahwa hubungan militer Singapura dengan Indonesia sangat erat, terbangun selama latihan bilateral yang diadakan selama bertahun-tahun dan dengan keterlibatan di semua tingkatan.

“Wajar jika kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu di saat-saat seperti ini. Lokasi operasi pencarian, dekat Bali, lebih dari 1.500 km jauhnya dan perairannya dalam, itulah sebabnya MV Swift Rescue segera berlayar begitu dia pergi. bisa.

Sementara itu, doa dan harapan yang khusuk kami sampaikan kepada awak KRI Nanggala, atas keselamatan dan ketahanan mereka serta kepada tim pencari dan lokasi TNI AL yang saat ini berada di lokasi, ”imbuhnya.

Singapura dan Indonesia telah menandatangani dukungan penyelamatan kapal selam dan perjanjian kerja sama pada tahun 2012 agar sistem penyelamatan kapal selam RSN tersedia untuk Angkatan Laut Indonesia. Sumber dayanya juga akan mendukung RSN jika terjadi bencana kapal selam.


Dipublikasikan oleh : Togel Singapore

About the author