Sekolah memiliki tempat duduk tetap dengan jarak istirahat 1m; pusat pendidikan didorong untuk memindahkan pelajaran secara online, Berita Singapura & Cerita Teratas

Sekolah memiliki tempat duduk tetap dengan jarak istirahat 1m; pusat pendidikan didorong untuk memindahkan pelajaran secara online, Berita Singapura & Cerita Teratas


SINGAPURA – Langkah-langkah manajemen yang aman di seluruh lembaga pendidikan akan diperketat, sejalan dengan langkah-langkah yang lebih ketat yang diambil di seluruh pulau mulai Minggu hingga 13 Juni, kata Kementerian Pendidikan (MOE).

Dalam keterangannya pada Jumat malam (14 Mei), KLH mengatakan bahwa semua siswa dan staf wajib memakai masker, bukan pelindung wajah, baik saat di sekolah maupun di kampus, kecuali mereka berhalangan karena kebutuhan khusus atau kondisi medis. Pelindung wajah tidak boleh digunakan sebagai pengganti masker, kecuali untuk pengecualian medis atau saat anak berusia 12 tahun atau lebih muda.

Kelas juga akan dilakukan dalam kelompok, dan kuliah dibatasi maksimal 50 orang.

Ukuran kelompok di semua kegiatan akan dikurangi dari lima menjadi dua orang, dengan langkah-langkah pengelolaan yang aman diterapkan.

Selain itu, kelas berbasis center, akan dilakukan secara online, seperti yang diadakan di pusat bahasa dan pusat program elektif.

Semua Aktivitas Ko-Kurikuler (CCA) akan diformat ulang dan dilakukan secara online, sedangkan CCA eksternal akan tetap ditangguhkan selama bulan tersebut.

Acara tatap muka juga akan ditangguhkan. Semua acara berskala besar akan terus dibatalkan atau ditunda, atau diadakan secara virtual, jika memungkinkan.

Selain itu, sekolah akan memberlakukan tempat duduk tetap dengan jarak satu meter untuk istirahat, tanpa pembauran.

Kegiatan berbasis sekolah dan pengaturan penitipan setelah sekolah akan berlanjut, tunduk pada langkah-langkah manajemen aman yang diperketat.

Penilaian tengah tahun berbasis sekolah dan Ujian Bahasa Ibu (MTL) GCE O- dan A-Level tengah tahun akan dilanjutkan, ujian akan diadakan di ruang kelas dengan tindakan jarak yang aman.

Sedangkan untuk IHL, semua akan terus mempertahankan kelas tatap muka dan ukuran kuliah tidak lebih dari 50 orang.

Kelas dan kuliah lain yang lebih besar akan dilakukan secara online. Makan di kantin dan ruang makan di IHL dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah manajemen yang aman, mengingat siswa dan staf berada di kampus untuk jangka waktu yang lebih lama, kata kementerian.

Ujian akan diformat ulang dan dilakukan di ruang kelas dengan ukuran kelas maksimal 50 orang.

Jika memungkinkan, IHL akan melakukan ujian secara online, sementara magang dan lampiran kerja akan dilanjutkan, dengan siswa mengikuti langkah-langkah yang berlaku di organisasi tempat mereka bekerja.

Sementara itu, Lembaga Pendidikan Swasta (PEI) yang menawarkan kursus pra-tersier dan tersier harus mengikuti langkah-langkah manajemen keamanan nasional yang diperketat, kata MOE.

Mereka juga harus mengambil referensi dari rencana dan tindakan pengelolaan yang aman untuk sekolah dan IHL, dan didorong untuk mengadopsi tindakan yang lebih ketat yang selaras dengan pengaturan kelembagaan masing-masing.

MOE menambahkan bahwa sementara pusat pengajaran dan pengayaan swasta dapat terus beroperasi, mereka harus mempertimbangkan pelajaran online sebagai pengaturan default selama periode risiko yang meningkat ini.

Jika kelas tatap muka dilanjutkan, pusat pelatihan harus benar-benar mematuhi langkah-langkah nasional, seperti meningkatkan penyaringan untuk staf dan siswa, sehingga mereka yang tidak sehat tidak menghadiri pelajaran, tegasnya.

Sebuah cluster Covid-19 yang melibatkan pusat semacam itu telah muncul.

Kementerian Kesehatan mengumumkan pada Jumat malam bahwa lima siswa sekolah dasar dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri kelas yang dijalankan oleh guru sekolah yang terinfeksi di Learning Point, pusat pengayaan di Parkway Center.

Semua instruktur, staf, dan siswa harus memakai masker, sementara siswa harus menjaga jarak aman setidaknya satu meter dari yang lain dan menahan diri untuk tidak berinteraksi.

Jika beberapa interaksi tidak dapat dihindari, mereka harus tetap berpasangan, dengan masing-masing pasangan menjaga jarak setidaknya satu meter, atau lebih disukai dua meter, dari kelompok lain, tanpa pencampuran antar kelompok, kata MOE.

Ia menambahkan bahwa kelas menyanyi dan alat musik tiup secara langsung akan ditangguhkan.

Kementerian mengatakan akan terus memantau situasi dengan cermat, dan bekerja dengan sekolah dan IHL untuk menerapkan langkah-langkah manajemen aman tambahan jika diperlukan untuk memastikan kesejahteraan siswa dan staf.

“Kami mendesak semua siswa dan staf untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mereka merasa tidak enak badan, terus mempraktikkan kebersihan pribadi yang baik dan mematuhi langkah-langkah manajemen yang aman,” katanya.

“Ini termasuk memakai masker, sering mencuci tangan, menyeka peralatan dan meja setelah digunakan, menemui dokter jika sakit dan kembali ke sekolah atau kampus hanya setelah sembuh total.”

BACA SELANJUTNYA: Apa aturan baru Covid-19 di S’pore mulai 16 Mei?


Dipublikasikan oleh : Togel Singapore

About the author