Sea untuk meningkatkan layanan keuangan digital karena pendapatan Q1 berlipat ganda menjadi US $ 1,8 miliar, Companies & Markets News & Top Stories

Sea untuk meningkatkan layanan keuangan digital karena pendapatan Q1 berlipat ganda menjadi US $ 1,8 miliar, Companies & Markets News & Top Stories


SINGAPURA (REUTERS) – Ketua grup teknologi Singapura, Sea Forrest Li, mengatakan perusahaan itu akan meningkatkan penawaran fintechnya di Asia Tenggara, karena perusahaan itu menggandakan pendapatan lebih dari dua kali lipat pada 2021 berkat pertumbuhan dalam e-commerce dan hiburan.

“Layanan keuangan digital di wilayah kami berada pada tahap awal dan kami berharap kasus penggunaan tumbuh,” kata eksekutif tersebut kepada investor. Sea, yang mengklaim pembayaran sebesar US $ 3,4 miliar (S $ 4,5 miliar) untuk dompet selulernya untuk kuartal pertama tahun 2021, memenangkan lisensi perbankan digital di Singapura pada bulan Desember dan membeli pemberi pinjaman Indonesia tahun lalu, Bank BKE (Bank Kesejahteraan Ekonomi) untuk diubah menjadi bank digital.

Perusahaan yang terdaftar di New York itu mengumumkan pada Selasa (18 Mei) telah membukukan pendapatan US $ 1,8 miliar untuk kuartal pertama 2021, naik 147 persen YoY. Kerugian bersih meningkat menjadi US $ 422 juta dari US $ 281 juta, karena perusahaan melipatgandakan beban penjualan dan pemasaran lebih dari dua kali lipat. Perusahaan e-commerce Sea, Shopee, menghasilkan pendapatan US $ 922 juta, naik 250 persen tahun ke tahun, sementara cabang game Garena meraup pendapatan US $ 781 juta, naik 111 persen pada tahun ini.

Mr Li mengatakan kepada wartawan bahwa Shopee melihat pertumbuhan di Brasil karena ekspansi regional yang baru lahir. Reuters melaporkan sebelumnya pada tahun 2021 bahwa perusahaan itu diluncurkan di Meksiko dan mengincar kemungkinan ekspansi yang lebih luas di Amerika Latin. Analis mengatakan mereka yakin lonjakan biaya pemasaran juga karena peluncuran segmen pengiriman makanan Shopee di Indonesia tahun ini, di mana sekarang bersaing dengan para ride-hailer Grab dan Gojek.

Grup tersebut telah melihat pertumbuhan meroket di pasar saham selama pandemi virus korona ketika pembeli beralih ke internet, dengan kapitalisasi pasarnya sekarang mencapai US $ 113 miliar. Tetapi diperkirakan akan menghadapi persaingan yang meningkat di Asia Tenggara. Perusahaan ride-hailing dan pembayaran Indonesia Gojek dan pemimpin e-commerce Tokopedia mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan bergabung untuk menciptakan perusahaan teknologi multi-miliar dolar bernama GoTo dalam kesepakatan terbesar yang pernah ada di negara itu.


Dipublikasikan oleh : https://totohk.co/

About the author