Pemimpin protes Thailand dirawat di rumah sakit setelah mogok makan selama 46 hari, East Asia News & Top Stories

Pemimpin protes Thailand dirawat di rumah sakit setelah mogok makan selama 46 hari, East Asia News & Top Stories


BANGKOK (REUTERS) – Seorang pemimpin protes anti-pemerintah Thailand yang ditahan dalam penahanan pra-sidang atas tuduhan menghina kerajaan negara itu telah dirawat di rumah sakit setelah 46 hari mogok makan, kata departemen koreksi pada Jumat (30 April).

Parit “Penguin” Chiwarak telah kehilangan berat badan lebih dari 12 kg dan sekarang beratnya 94,5 kg, kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa ia mengaku atas kekhawatiran bahwa ia dapat mengalami syok jika kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan khusus.

Dia dirawat di rumah sakit sehari setelah departemen mengatakan kondisinya normal.

Ibu Parit, Ibu Sureerat Chiwarak, pada hari Kamis mengatakan kondisinya semakin memburuk.

Kesehatannya menjadi trending issue di media sosial Thailand.

Dia mencari jaminan untuk putranya pada hari Jumat, permintaan yang ke-10, dan mencukur kepalanya di depan pengadilan untuk memprotes apa yang dia katakan sebagai ketidakadilan.

Pada hari Kamis, pengadilan menolak permintaan jaminan, dengan mengatakan alasan sebelumnya masih berlaku.

Setiap penghinaan yang dirasakan terhadap monarki Thailand dapat dihukum hingga 15 tahun penjara di bawah hukum lese majeste.

“Saya hanya seorang ibu yang mencintai anaknya. Anak saya tidak melakukan kesalahan, dia hanya berbeda pendapat. Dia belum menerima keadilan,” katanya.

Pengadilan menetapkan sidang jaminan untuk 6 Mei, yang menurut pengacaranya Krisadang Nutcharat sebagai pertanda positif karena pengadilan sebelumnya tidak menetapkan tanggal sidang.

Parit muncul sebagai pemimpin dalam protes yang dipimpin pemuda tahun lalu terhadap pemerintah pensiunan jenderal Prayut Chan-o-cha, yang merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih dalam kudeta 2014 dan tetap sebagai perdana menteri setelah pemilu 2019.

Para pemimpin protes juga menyerukan reformasi monarki dan penghapusan hukum lese majeste.

Tindakan hukum sedang dilakukan terhadap puluhan demonstran atas seruan tersebut.


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author