Pasukan India menahan tentara Tiongkok di perbatasan titik nyala, Asia Selatan News & Top Stories

Pasukan India menahan tentara Tiongkok di perbatasan titik nyala, Asia Selatan News & Top Stories

[ad_1]

NEW DELHI • Pasukan India telah menahan seorang tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan, tempat dua negara terpadat di dunia itu bertempur mematikan tahun lalu, kata militer India kemarin.

Ini adalah penahanan kedua di perbatasan dataran tinggi sejak pertempuran sengit Juni lalu, ketika 20 tentara India dan sejumlah tentara China tewas.

Kedua belah pihak sejak itu mengerahkan puluhan ribu tentara dan persenjataan berat ke zona ketegangan di wilayah Ladakh, yang saat ini berada dalam cengkeraman suhu musim dingin yang membekukan.

Tentara India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) “ditangkap” di sisi India dari Garis Kontrol Aktual (LAC), sebagaimana diketahui perbatasan itu, pada dini hari Jumat dan ditahan. .

“Tentara PLA sedang ditangani sesuai prosedur yang ditetapkan, dan keadaan di mana dia telah melintasi LAC sedang diselidiki,” tambah pernyataan itu.

China telah menyerukan agar tentara itu segera dikembalikan. China Military Online, portal berita yang dijalankan oleh surat kabar resmi militer PLA Daily, mengatakan pemerintah India harus “segera memindahkan” tentara itu kembali ke China dan “bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan”.

Tentara Tiongkok lainnya ditahan sebentar oleh pasukan India di wilayah yang sama Oktober lalu.

India dan China telah mempermasalahkan perbatasan mereka selama tujuh dekade dan berperang singkat pada tahun 1962.

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas perselisihan saat ini.

Tetangga telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan pelepasan, tetapi gagal meredakan pembangunan militer.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan Jumat lalu bahwa kedua belah pihak telah menyetujui putaran baru pembicaraan antara komandan senior.

FRANCE-PRESSE AGENCY, REUTERS


Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

About the author