Lebih dari 200 migran tiba di Sisilia dengan kapal penyelamat, World News & Top Stories

Lebih dari 200 migran tiba di Sisilia dengan kapal penyelamat, World News & Top Stories


MARSEILLE (AFP) – Lebih dari 200 migran yang diselamatkan, setengah dari mereka anak di bawah umur tanpa pendamping, turun dari kapal kemanusiaan Ocean Viking di pelabuhan Italia pada Sabtu (1 Mei), kata badan amal yang menjalankannya.

SOS Mediterranee juga mengeluarkan permohonan putus asa agar Eropa turun tangan untuk menyelamatkan mereka yang mencoba mencapai benua itu melalui laut setelah Ocean Viking terlambat untuk menyelamatkan 130 migran dari kapal karet yang terbalik di lepas pantai Libya pada 22 April.

Tetapi pada hari Selasa kapal itu menyelamatkan 236 orang, dengan 15 kebangsaan berbeda di antara mereka, terdampar di dua perahu yang kelebihan muatan di perairan internasional di lepas pantai Libya barat.

Banyak migran dipukuli oleh penyelundup dan dipaksa untuk naik, termasuk “beberapa dari 119 anak di bawah umur tanpa pendamping yang saat ini berada di atas kapal Ocean Viking”, kata SOS Mediterranee dalam sebuah pernyataan.

Gambar yang diambil di tempat kejadian menunjukkan 236 migran diberi pemeriksaan identitas dan tes Covid-19 saat mereka turun di pelabuhan Augusta di pulau Sisilia Italia pada hari Sabtu.

Anak-anak di bawah umur tanpa pendamping dibawa ke fasilitas resepsi khusus.

Badan amal yang berbasis di Marseille juga menyerukan “program pencarian dan penyelamatan Eropa yang efisien, sesuai hukum dan manusiawi untuk segera dibangun kembali, tujuh tahun setelah berakhirnya operasi Mare Nostrum”.

“Kembali ke armada pencarian dan penyelamatan Eropa adalah satu-satunya pilihan. Eropa tidak bisa lagi tetap pasif dalam menghadapi bangkai kapal yang berulang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Ocean Viking dan tiga kapal dagang adalah satu-satunya kapal yang mencoba menyelamatkan orang dari bangkai kapal 22 April, ketika “seruan kami untuk dukungan dan koordinasi sekali lagi tidak dijawab”.

Tetapi Frederic Penard, direktur operasi SOS Mediterranee, menyambut baik bahwa pada hari Jumat, “untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, sebuah kapal angkatan laut Eropa, dari Angkatan Laut Italia, melakukan penyelamatan di perairan internasional di lepas pantai Libya”.

“Kami berharap penyelamatan ini menumbuhkan kesadaran di pihak pemerintah Eropa,” tambahnya.

Sejauh ini tahun ini setidaknya 453 migran telah meninggal saat mencoba mencapai Eropa melalui Mediterania, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi.

SOS Mediterranee mengatakan telah menyelamatkan hampir 33.000 orang sejak Februari 2016.


Dipublikasikan oleh : https://singaporeprize.co/

About the author