Konsorsium yang melibatkan Changi menegosiasikan kembali persyaratan untuk perombakan bandara Flores di Indonesia, SE Asia News & Top Stories

Konsorsium yang melibatkan Changi menegosiasikan kembali persyaratan untuk perombakan bandara Flores di Indonesia, SE Asia News & Top Stories


JAKARTA – Bandara Changi Singapura mungkin saja menjadi salah satu bisnis asing pertama yang mendapat manfaat dari “omnibus law” baru Indonesia.

Changi Airports International Pte Ltd dan mitranya yang berbasis di Jakarta, Cardig Aero Service saat ini sedang melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah mengenai persyaratan untuk perbaikan bandara utama di Labuan Bajo, Flores, kepala Labuan Bajo dan Otoritas Pariwisata Flores Ms Shana Fatina mengatakan kepada The Straits Kali bulan lalu.

Kota nelayan Labuan Bajo di pulau Flores adalah pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo, rumah bagi komodo yang terkenal di Indonesia.

Di bawah konsorsium Cinta Airport Flores (CAF), undang-undang baru akan melihat kedua investor menerima beberapa insentif, termasuk fiskal, karena proyek Labuan Bajo dianggap sebagai proyek strategis nasional.

Pada akhir 2019, CAF memenangkan tawaran kompetitif untuk memperbarui bandara, berjanji untuk menghabiskan 1,2 triliun rupiah (S $ 112,6 juta) sebagai imbalan konsesi 25 tahun untuk menjalankan fasilitas tersebut, dokumen pemerintah yang diperoleh oleh The Straits Times menunjukkan.

Rencana tersebut gagal karena pandemi Covid-19 menyebabkan lalu lintas penumpang di bandara turun menjadi sekitar 6.400 setiap minggu pada tahun 2020, dari sekitar 13.700 pada tahun sebelumnya.

Konsorsium dan pemerintah sekarang sedang merundingkan belanja modal yang lebih rendah oleh investor serta tingkat pengembalian yang diharapkan yang ditetapkan sekitar 16 persen sebelumnya.

“Negosiasi sedang dilakukan agar pemerintah atau investor swasta tidak dirugikan,” kata Labuan Bajo dan otoritas pariwisata Flores, Ms Shana, pada 19 Februari.

“Investor masih sangat jeli (melanjutkan proyek). Makanya kami masih negosiasi tanggal serah terima bandara dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Indonesia menargetkan proyek tersebut diserahkan kepada konsorsium pada paruh kedua tahun ini, tambah Shana.

Changi memegang 20 persen saham di konsorsium tersebut.

Juru bicara Changi Airports International Lim Wee Ping, dalam balasan email ke The Straits Times pada 24 Februari, mengatakan: “Cinta Airport Flores masih dalam pembicaraan dengan kementerian perhubungan Indonesia mengenai Bandara Komodo.” Dia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Dokumen pemerintah menyebutkan konsorsium meminta perubahan rencana bisnis dengan menurunkan kebutuhan belanja modal menjadi sekitar 750 miliar rupiah. Pemerintah pada gilirannya telah mengisyaratkan bahwa setiap penyesuaian pada angka ini harus dipasangkan dengan penyesuaian yang sebanding untuk pengembalian investasi yang diharapkan.

Artinya, sebagian pekerjaan renovasi harus ditangani oleh pemerintah Indonesia.

Revisi yang diusulkan mempertimbangkan bahwa bandara mungkin akan melihat lalu lintas penumpang pulih ke level 2019 hanya pada tahun 2026.

Dengan pelaporan tambahan oleh Toh Ting Wei


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author