Kisah Besar: Malaysia mengumumkan keadaan darurat hingga 1 Agustus untuk memerangi Covid-19, Multimedia News & Top Stories

Kisah Besar: Malaysia mengumumkan keadaan darurat hingga 1 Agustus untuk memerangi Covid-19, Multimedia News & Top Stories

[ad_1]

SINGAPURA – Ikuti topik terpanas di acara bincang-bincang hari kerja The Straits Times.

The Big Story, disiarkan setiap hari kerja pada pukul 17.30 di Facebook dan YouTube, memiliki reporter dan editor senior yang mendiskusikan berita utama hari itu.

Acara ini dipimpin oleh koresponden multimedia Hairianto Diman dan asisten editor video Olivia Quay, dan disiarkan langsung dari studio digital ST.

Malaysia telah mengumumkan keadaan darurat nasional untuk memerangi pandemi Covid-19. Dalam siaran khusus pada Selasa (12 Januari), Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meyakinkan rakyat Malaysia bahwa perintah darurat adalah “bukan kudeta militer dan jam malam tidak akan diberlakukan”.

Permintaan pemerintah Perikatan Nasional sebelumnya untuk deklarasi darurat pada Oktober lalu ditolak oleh Raja Abdullah Ahmad Shah. Langkah tersebut menuai kritik dari saingan politik Muhyiddin bahwa tindakan itu dimaksudkan untuk menangguhkan Parlemen dan menghindari pemungutan suara cepat.

Pada hari Selasa, Muhyiddin mengatakan tidak akan ada sidang Parlemen atau majelis negara bagian selama masa darurat. Namun, dia berkomitmen untuk menggelar pemilihan umum segera setelah krisis Covid-19 terkendali.

Kepala biro Malaysia Shannon Teoh membahas perkembangan ini.

Juga dalam acara hari ini, Dr Stanislav Protassov, salah satu pendiri dan presiden teknologi perusahaan teknologi global Acronis, mempertimbangkan perubahan pada persyaratan dan layanan WhatsApp.

Pembaruan ini akan memungkinkan aplikasi perpesanan untuk berbagi data pengguna, termasuk nomor telepon dan lokasi, dengan perusahaan induknya Facebook. Meskipun pesan akan tetap dienkripsi, masalah privasi telah membuat pengguna yang ada mempertimbangkan kembali untuk menggunakan WhatsApp. Terutama, kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan kementerian pertahanan negara telah mengatakan bahwa mereka keluar dari WhatsApp.

Kami juga akan membagikan berita terbaru dari Singapura dan seluruh dunia.


Dipublikasikan oleh : https://singaporeprize.co/

About the author