Di tengah ketegangan dengan China, eksportir gandum Australia menarik diri dari pasar utama, Australia / NZ News & Top Stories

Kamboja, usaha KrisEnergy memulai produksi minyak mentah pertama setelah bertahun-tahun penundaan, Companies & Markets News & Top Stories

[ad_1]

PHNOM PENH (BLOOMBERG) – Kamboja telah mulai mengekstraksi minyak mentah pertamanya dari ladang di Teluk Thailand, dalam usaha antara KrisEnergy Singapura dan pemerintah, kata kedua belah pihak pada Selasa (29 Desember), yang mengakhiri penundaan bertahun-tahun.

Perdana Menteri Hun Sen mengumumkan berita tersebut di media sosial sementara KrisEnergy mengatakan konsesi tersebut mulai berproduksi pada hari Senin dan akan berkembang secara bertahap setelah sumur baru ditugaskan dan diselesaikan.

“Saya … senang memberi tahu semua warga Kamboja tentang dimulainya produksi minyak pertama Kamboja di Blok A yang telah lama ditunggu-tunggu,” kata Hun Sen di halaman Facebook-nya.

Kelvin Tang, kepala eksekutif operasi Kamboja KrisEnergy, menyebut acara itu “tonggak strategis penting” bagi perusahaan.

“Ada kurva pembelajaran yang curam untuk semua yang terlibat,” tambah Tang dalam sebuah pernyataan.

Kamboja dan KrisEnergy yang terdaftar di Singapura menandatangani pakta pada 2017 untuk mengembangkan 3.083 kilometer persegi cekungan Khmer di Teluk Thailand yang dikenal sebagai Blok A.

Kamboja telah berjuang untuk mengembangkan ladang minyaknya karena hanya sedikit perusahaan yang mau berinvestasi di daerah tersebut menyusul penurunan harga minyak global pada tahun 2014.

KrisEnergy yang terdaftar di Singapura, yang telah menjadi mitra dalam proyek tersebut selama lebih dari satu dekade, membeli hak operasi Chevron Corp di Blok A pada tahun 2014 senilai US $ 65 juta.

Chevron telah menemukan minyak di blok tersebut pada tahun 2004 tetapi gagal mencapai kesepakatan pembangunan dengan Kamboja, yang memiliki 5 persen saham dalam usaha dengan KrisEnergy.

Sebelumnya, KrisEnergy telah mengantisipasi produksi minyak dari lapangan Aspara akan dimulai beberapa waktu lalu.

Pada hari Selasa dikatakan bahwa pengembangan lapangan itu akan dilanjutkan secara bertahap, memberikan waktu untuk mengurangi risiko serta mengumpulkan dan menilai data, karena kinerja produksi cekungan belum terbukti.


Dipublikasikan oleh : https://totohk.co/

About the author