Indonesia menetapkan aturan baru tentang sistem pembayaran, Berita Bisnis & Berita Utama

Indonesia menetapkan aturan baru tentang sistem pembayaran, Berita Bisnis & Berita Utama

[ad_1]

JAKARTA (REUTERS) – Bank sentral Indonesia pada Jumat (8/1) mengumumkan peraturan baru tentang sistem pembayaran untuk mencoba mengkonsolidasikan aturan yang ada, dengan persyaratan baru tentang kepemilikan saham dan permodalan yang dapat berdampak pada perusahaan penyedia layanan pembayaran dan infrastruktur.

Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia, mengatakan peraturan baru yang berlaku mulai 1 Juli itu mencerminkan kemajuan dalam pembayaran dan teknologi serta bertujuan untuk memitigasi potensi risiko di sistem keuangan.

Layanan pembayaran non-bank sekarang harus memiliki setidaknya 15 persen pemilik Indonesia, sementara setidaknya 51 persen saham dengan hak suara harus dimiliki oleh orang Indonesia, individu atau entitas.

Perusahaan infrastruktur pembayaran non-bank setidaknya harus dimiliki 80 persen oleh Indonesia, katanya.

Penyedia layanan dan infrastruktur pembayaran akan diklasifikasikan berdasarkan ukuran transaksi, interkonektivitas, kompleksitas, dan apakah dapat diganti, sesuai ketentuan. Klasifikasi akan menentukan modal penyedia dan persyaratan manajemen risiko.

Belum jelas bagaimana kepemilikan saham dan persyaratan permodalan akan memengaruhi semakin banyak perusahaan sistem pembayaran berbasis aplikasi di Indonesia, termasuk Gopay, OVO, dan DANA.

OVO, menurut dokumen perusahaan, sekitar 40 persen dimiliki oleh situs e-commerce Indonesia Tokopedia. Situs ini sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Gojek untuk bergabung, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Dompet Gojek GoPay dan OVO menyambut baik regulasi tersebut.

Direktur Utama OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan bahwa pendekatan baru regulator akan mendorong tata kelola yang baik, melindungi konsumen dan “penting untuk ekosistem teknologi keuangan yang adaptif dan inovatif”.

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan perusahaan akan mendukung implementasi bank sentral, sementara co-founder dan CEO DANA, Vincent Iswara, mengatakan kepada Reuters bahwa DANA selalu mematuhi aturan dan akan terus melakukannya.

Bank sentral akan mengadakan konsultasi dengan perusahaan layanan pembayaran mulai minggu depan, kata Filianingsih.


Dipublikasikan oleh : https://totohk.co/

About the author