Polisi Indonesia Tangkap Jemaah Islamiah Terkait Teroris Zulkarnaen Setelah 17 Tahun Berburu, SE Asia News & Top Stories

Indonesia menangkap militan yang terkait dengan bom Bali, SE Asia News & Top Stories


Polisi Indonesia kemarin mengatakan bahwa mereka telah menangkap tersangka pemimpin Jemaah Islamiah (JI) Zulkarnaen, pria yang dikatakan berada di balik pemboman Bali 2002.

Zulkarnaen, yang bernama asli Aris Sumarsono, adalah seorang militan lulusan Afghanistan yang diyakini memimpin pasukan elit yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marriott Jakarta pada tahun 2003 yang menewaskan 12 orang.

Pria 57 tahun itu juga diduga membuat bom yang menewaskan 202 orang di Bali pada 2002 lalu.

Dia telah dalam pelarian sejak pemboman Jakarta.

Polisi mengatakan dia ditangkap “tanpa perlawanan” Kamis malam di distrik Purbolinggo di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, di pulau Sumatera. Rumahnya juga digerebek.

Zulkarnaen bertindak sebagai komandan jaringan teror regional JI, dan membentuk regu pejuang yang dikenal sebagai Laskar Khos yang terlibat dalam bom Bali, kata polisi.

Pasukan ini diduga juga bertanggung jawab atas konflik kekerasan sektarian di Poso di Sulawesi Tengah, dan Ambon di Maluku.

Zulkarnaen memimpin operasi intelijen militer untuk JI.

Bersama Umar Patek, seorang komandan lapangan dalam pemboman Bali 2002, ia berhasil mengumpulkan kembali pengikut mereka dengan cepat setiap kali rekan kunci ditangkap atau dibunuh.

Zulkarnaen juga dilaporkan sebagai pointman Al-Qaeda di Asia Tenggara. Dia menjadi kepala operasi JI setelah penangkapan pendahulunya Encep Nurjaman, yang juga dikenal sebagai Hambali, di Thailand pada tahun 2003.

Penangkapan Zulkarnaen terjadi setelah pasukan antiteror polisi Densus 88 menangkap teroris lain, Taufik Bulaga, atau Upik Lawanga, di Lampung akhir bulan lalu. Taufik adalah pembuat bom berpengalaman dan teman dekat komandan JI Noordin Top yang tewas.

Zulkarnaen, seorang militan lulusan Afghanistan, dikatakan sebagai pemimpin jaringan teror Jemaah Islamiah.

Polisi mengatakan Zulkarnaen telah membantu Taufik bersembunyi.

Polisi meningkatkan kerja anti-terorisme mereka setelah serangan baru-baru ini di Sulawesi Tengah.

Pada 27 November, empat anggota keluarga Kristen di Lemban Tongoa, sebuah desa terpencil di Sulawesi Tengah, terbunuh, dengan dua di antaranya dipenggal. Dan rumah penduduk desa, termasuk yang digunakan untuk salat berjamaah, dibakar.

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang beranggotakan 11 orang, yang dipimpin oleh pemimpin kelompok teroris Ali Kalora, diduga berada di balik pembunuhan tersebut.

Militan MIT berjanji setia kepada ISIS di Irak dan Suriah, dan mantan pemimpin kelompok tersebut Santoso pernah menjadi teroris paling dicari di Indonesia. Dia terbunuh pada Juli 2016, setelah perburuan besar-besaran.


Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

About the author