Indonesia memperlambat laju kenaikan pajak tembakau karena pandemi Covid-19, SE Asia News & Top Stories

Indonesia memperlambat laju kenaikan pajak tembakau karena pandemi Covid-19, SE Asia News & Top Stories


JAKARTA (REUTERS) – Indonesia akan menaikkan cukai produk tembakau rata-rata 12,5 persen pada tahun 2021, kata menteri keuangan negara itu pada Kamis (10 Desember), mengutip kebutuhan untuk menyeimbangkan upaya pengendalian rokok dengan kebutuhan dukungan. sebuah industri yang merupakan pemberi kerja utama.

Kenaikan 2021 dibandingkan dengan kenaikan pajak cukai rata-rata 23 persen tahun ini dan mungkin mengecewakan kelompok kesehatan yang mendorong tindakan lebih kuat di negara dengan salah satu tingkat perokok tertinggi di dunia.

“Kami berupaya menyeimbangkan aspek kesehatan dengan kondisi ekonomi secara umum yang terkena dampak Covid-19, terutama bagi pekerja dan petani,” kata Menteri Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers virtual.

Sekitar 70 persen pria dewasa menggunakan produk tembakau di Indonesia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), salah satu tingkat tertinggi secara global, dengan harga rokok juga termasuk yang terendah di antara negara mana pun.

WHO menyebutkan setiap tahun sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit terkait tembakau.

Pemerintah telah menaikkan pajak atas produk tembakau hampir setiap tahun sejak 2014, tetapi data WHO menunjukkan prevalensi merokok di kalangan remaja usia 10-19 tahun telah melonjak sekitar 20 persen dalam periode lima tahun hingga 2018, sedangkan prevalensi orang dewasa belum menunjukkan penurunan, melawan tren global.

Kebijakan cukai baru, yang berlaku pada 1 Februari 2021, bertujuan untuk menurunkan prevalensi merokok di kalangan remaja menjadi 8,7 persen pada 2024, dari 9,1 persen saat ini, kata menteri.

“Kenaikan cukai akan membuat harga rokok lebih mahal … jadi lebih murah,” kata Sri Mulyani.

Dia mengatakan, bagaimanapun, kenaikan pajak tersebut tidak akan berdampak pada produsen sigaret kretek tangan yang didominasi oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

Pajak tembakau seringkali kontroversial di Indonesia, dengan perusahaan tembakau besar sering mengatakan penurunan penjualan merugikan mata pencaharian petani dan meningkatkan penjualan rokok ilegal.


Dipublikasikan oleh : Togel Online

About the author