Impor energi terbarukan merupakan kunci netralitas karbon, Berita Forum & Cerita Teratas

Impor energi terbarukan merupakan kunci netralitas karbon, Berita Forum & Cerita Teratas


Pandemi Covid-19 telah mengguncang fondasi masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia.

Tetapi seperti yang ditulis oleh salah satu pendiri Microsoft Bill Gates dalam sebuah posting blog, perubahan iklim bisa lima kali lebih mematikan daripada Covid-19 pada tahun 2100.

Krisis iklim merupakan ancaman yang sangat nyata bagi Singapura, karena 30 persen dari negara kepulauan kita kurang dari 5m di atas permukaan laut.

Saat kami mempertimbangkan cara memaksimalkan penggunaan energi terbarukan, tenaga surya tetap menjadi pilihan paling menjanjikan di Singapura sejauh ini.

Kami telah melihat pertumbuhan dari kapasitas puncak 3,8 megawatt pada tahun 2010 menjadi sekitar 400 megawatt-puncak tahun lalu.

Selain itu, melalui penyebaran fotovoltaik surya di atap, waduk, dan bangunan, tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas terpasang hingga 2 gigawatt-peak pada tahun 2030 (Rencana untuk membuat energi lebih hijau karena permintaan daya akan pulih, 6 Jan).

Bahkan jika kita mencapai target 2030, bagaimanapun, tenaga surya masih akan memasok hanya 3 persen dari total konsumsi listrik Singapura.

Faktor pembatas: kendala lahan.

Kemungkinan untuk mengimpor energi terbarukan dari jaringan listrik regional tampaknya menjadi salah satu jalan paling menjanjikan menuju Singapura yang netral karbon.

Uji coba impor listrik yang baru-baru ini diumumkan dengan Malaysia, yang akan melibatkan impor listrik 100MW selama dua tahun (Singapura mengambil banyak langkah untuk memastikan bauran energi yang lebih hijau, 27 Okt 2020), dapat membuka jalan bagi pasar listrik regional. .

Selama tahun-tahun mendatang, impor listrik terbarukan dapat menentukan transisi ke Singapura yang lebih berkelanjutan.

Hemal Arora, 17

Siswa kelas 12


Dipublikasikan oleh : http://54.248.59.145/

About the author