Dewan Keamanan PBB desak akses kapal tanker minyak Yaman, Berita Timur Tengah & Berita Utama

Dewan Keamanan PBB desak akses kapal tanker minyak Yaman, Berita Timur Tengah & Berita Utama


Perserikatan Bangsa-Bangsa, AMERIKA SERIKAT (AFP) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemberontak Houthi untuk mengizinkan para inspektur mengunjungi sebuah kapal tanker bahan bakar yang telah lama ditinggalkan di lepas pantai Yaman “tanpa penundaan lebih lanjut” pada Kamis (3 Juni).

Dewan beranggotakan 15 orang itu mengadakan pertemuan khusus tentang FSO Safer atas permintaan Inggris setelah pemberontak mengatakan kesepakatan untuk mengizinkan misi PBB “mencapai jalan buntu.”

Kapal bahan bakar FSO Safer berusia 45 tahun memiliki 1,1 juta barel minyak mentah di dalamnya dan telah ditinggalkan di dekat pelabuhan barat Yaman, Hodeida sejak 2015.

PBB mengatakan pihaknya mengancam tumpahan minyak bencana yang akan menghancurkan ekosistem Laut Merah, menutup industri perikanan dan menutup pelabuhan Hodeida jalur kehidupan Yaman selama enam bulan.

Anggota mendesak Houthi untuk “memfasilitasi akses tanpa syarat dan aman bagi para ahli PBB untuk melakukan penilaian yang komprehensif dan tidak memihak dan misi perbaikan awal tanpa penundaan lebih lanjut,” kata sebuah pernyataan.

Inspektur PBB pada awalnya dimaksudkan untuk menilai kapal tanker itu tahun lalu tetapi misi tersebut telah berulang kali tertunda karena ketidaksepakatan dengan pemberontak.

Houthi bersikeras bahwa tim PBB melakukan pekerjaan pemeliharaan tetapi badan dunia mengatakan harus diizinkan untuk menilai situs terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan apa pun.

Pada hari Selasa, pemberontak Houthi mengatakan negosiasi dengan PBB telah menemui jalan buntu setelah beberapa hari pembicaraan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) mengatakan pada pertemuan dewan bahwa tim PBB “tetap siap untuk dikerahkan.” “PBB akan membuat tim itu tetap siaga selama kami memiliki dana donor untuk melakukannya,” kata direktur operasi dan advokasi Ocha, Reena Ghelani.

“Namun, sebagian dari dana itu akan segera habis, jadi kami berharap semuanya akan mulai bergerak jauh, jauh lebih cepat,” katanya.


Dipublikasikan oleh : https://singaporeprize.co/

About the author